May be it is the time
It may be hurt
But may be it is the best
I believe... One day... in the future...
When I look back
It is only a short unhappy-ending story
It is only the process that we called "life" that we must pass through
I believe... there is only one that can heal the hurts it left... it is TIME
Life must go on
Now all i wanna do is passing all of this process and start a new other phase of life
all tear.. pain..lost... will be disappear
D's Space
Just My Story
Jumat, 09 Desember 2011
Senin, 05 Desember 2011
Sebelas Tentang Diriku
Di awal tulisan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada saudari Atik Ariyani yang karena TUGAS darinya, saya "terpaksa" akhirnya kembali menulis di blog saya ini setelah hampir satu tahun vakum. Baiklah tanpa berlama-lama lagi, saya akan langsung ke inti "permasalahan"
11 Hal Tentang Saya
1. Nama saya Dewi Indriyati (oo... ini pasti teman-teman tahu), tapi mungkin tidak banyak yang tahu kalau saya sangat menghargai kalau saya dipanggil dengan nama depan saya "Dewi" daripada potongan nama belakang saya "Indri". Walaupun terkadang membingungkan ketika di tempat yang sama ada "Dewi" yang lain.
2. Saya, papa saya, dan mama saya lahir di tanggal yang sama, yaitu tanggal "26". Walaupun di bulan yang berbeda.
3. Saya anak pertama dari tiga bersaudara dan kami berlaku lebih sebagai sahabat seumuran daripada kakak-adik.
4. Saya sangat mengidolakan ibu saya dalam hal dapat berlaku seimbang antara keluarga dan karir. Paling salut, sempat ada masanya, kami ga punya asisten di rumah. Walaupun sibuk di kantor, mama setiap hari selalu memasak buat kami.
5. Pernah bercita-cita menjadi dokter sampai kelas 3 SMA. Akhirnya malah memutuskan masuk Elektro karena ternyata kurang meminati pelajaran Biologi karena gurunya ga enak dan merasa punya kebiasaan agak selebor khususnya saat panik jadinya khawatir kalau jadi dokter membahayakan nyawa orang lain. Di samping, alasan penting lain, ga tega sama ortu yang mesti bayarin sekolah lebih lama dan lebih mahal kalau saya masuk kedokteran dibandingkan masuk elektro. Oiya, larinya ke elektro karena selain "dikompor2in" papa yang alumni Pendidikan Keguruan Elektro IKIP Bandung (sekarang Universitas Pendidikan Indonesia), juga karena sampai sekarang sangat takjub bagaimana komponen tak terlihat bernama listrik mengubah peradaban umat manusia.
6. Punya perjalanan karir yang sedikit unik, berawal dari kontraktor telekomunikasi (maksudnya pegawai kontrak di berbagai perusahaan telekomunikasi) hingga menjadi PNS di instansi yang sama sekali tidak berhubungan dengan telekomunikasi.
7. Perjalanan cinta #eaaa juga cukup unik, pacar pertama sekaligus suami pertama (mudah-mudahan terakhir *amin* :P) adalah teman kuliah tapi malah dekatnya bukan pas kuliah malah setelah lulus dan itupun lewat dunia maya.
8. Saya bukan jenis orang yang menyesali hal apapun yang pernah saya lakukan. Kalau memang akhirnya tidak bagus bagi saya, saya anggap itu pelajaran.
9. Punya cita-cita ingin tinggal di luar Indonesia untuk jangka waktu tertentu. Kepikirannya sih dalam bentuk melanjutkan kuliah lagi di luar negeri. Mudah-mudahan akan terwujud.
10. Saya lahir, besar, sekolah dan karir di Pulau Jawa, tapi saya merasa culun sekali karena baru pernah mengunjungi Pulau Jawa di ujung barat yakni Merak dan Anyer, serta di ujung timur yakni Kuningan. Saya bertekad mau memperluas daerah persinggahan dalam waktu dekat dan tentu saja, saya juga bercita-cita untuk mengunjungi sebanyak-banyaknya tempat di tanah air tercinta ini.
11. Wah udah terakhir aja, padahal masih banyak yang kepikiran (hehehe... dasar narsis). Oke deh sebagai penutup, saya sering kangen sama masa-masa kuliah di kampus dan kerja di Siemens. Buat saya, di sanalah teman-teman terbaik yang saya jumpai dalam hidup saya hingga saat ini.
Oke... sekarang saatnya menjawab pertanyaan saudari Atik Ariyani
1. Udah pernah naik ke puncak monas belum?
Belom tik, baru sampe cawannya aje. Ke sana yuks
2. Lebih suka jalan kaki apa naik sepedah?
jalan kaki.
3. Kuat berapa lama ga ngeluh?
wah susah niy jawabnya... gw bahagia dengan hidup gw apapun itu tapi yaa... namanya manusia, suka nyeletuk2 ngeluh2 gitu... dan ga terasa ngalir gitu aja
4. Apa si yang dicari dari hidup?
kabahagiaan dunia akhirat. #eaaa
5. Kalo lagi bad mood biasanya ngapain?
Lebih suka menyendiri.
6. Hal terbodoh apa yang pernah lo lakukan didepan umum?
Hmm...yaa..karena gw rada ceroboh, banyak siy tapi yang terakhir adalah main masuk-masuk ruang rapat kantor gara-gara pengen tahu katanya ada konsultan yang kece gebetan teman kantor yang kerja di sana (jadi ceritanya tu ruang rapat untuk sementara dijadikan ruang kerja konsultan menjelang target), eh pas masuk ternyata tu ruangan lagi dipakai rapat. Hihihi
7. Kalo di restoran all you can eat, kalap menuh2in semua jatah apa makan seadanya aja?
semaksimal perut gw bisa nampung. hihihi
8. Suka hewan pelihaaraan ga? kalo iya apa?
Enggak sih. Tapi gw sampe sekarang punya kura-kura lho, namanya "Jery" (terinspirasi dari peliharaannya spongebob Gary). Ini kura-kura kedua gw. Yang pertama namanya Gary, sama kayak peliharaannya spongebob. Eh trus kan beli lagi, jadinya jery. Sayang si Gary meninggal setelah beberapa bulan gw piara. Cuma Jery yang bertahan sampai sekarang yang mana ujung2nya mama gw yang ngerawat :D
9. Masih inget nama guru sejarah pas SMP ga? kalo iya, sapa namanya :D
Enggak... tapi gw inget wajahnya... Hihihi...murid payah :P
10. Kapan terakhir kali jalan2 sendirian
hmm...kapan yah... keknya udah lama bgt... ga inget tik...
11. Apa si yang sangat sangat elo sedihkan yang pernah dialami?
Sebagai teman gw, lo mestinya udah nebak tik. Ya... tulisan di bawah ini lah...
Hurray... selesai PR gw... hayo atik... mana hadiah gw??? :P
11 Hal Tentang Saya
1. Nama saya Dewi Indriyati (oo... ini pasti teman-teman tahu), tapi mungkin tidak banyak yang tahu kalau saya sangat menghargai kalau saya dipanggil dengan nama depan saya "Dewi" daripada potongan nama belakang saya "Indri". Walaupun terkadang membingungkan ketika di tempat yang sama ada "Dewi" yang lain.
2. Saya, papa saya, dan mama saya lahir di tanggal yang sama, yaitu tanggal "26". Walaupun di bulan yang berbeda.
3. Saya anak pertama dari tiga bersaudara dan kami berlaku lebih sebagai sahabat seumuran daripada kakak-adik.
4. Saya sangat mengidolakan ibu saya dalam hal dapat berlaku seimbang antara keluarga dan karir. Paling salut, sempat ada masanya, kami ga punya asisten di rumah. Walaupun sibuk di kantor, mama setiap hari selalu memasak buat kami.
5. Pernah bercita-cita menjadi dokter sampai kelas 3 SMA. Akhirnya malah memutuskan masuk Elektro karena ternyata kurang meminati pelajaran Biologi karena gurunya ga enak dan merasa punya kebiasaan agak selebor khususnya saat panik jadinya khawatir kalau jadi dokter membahayakan nyawa orang lain. Di samping, alasan penting lain, ga tega sama ortu yang mesti bayarin sekolah lebih lama dan lebih mahal kalau saya masuk kedokteran dibandingkan masuk elektro. Oiya, larinya ke elektro karena selain "dikompor2in" papa yang alumni Pendidikan Keguruan Elektro IKIP Bandung (sekarang Universitas Pendidikan Indonesia), juga karena sampai sekarang sangat takjub bagaimana komponen tak terlihat bernama listrik mengubah peradaban umat manusia.
6. Punya perjalanan karir yang sedikit unik, berawal dari kontraktor telekomunikasi (maksudnya pegawai kontrak di berbagai perusahaan telekomunikasi) hingga menjadi PNS di instansi yang sama sekali tidak berhubungan dengan telekomunikasi.
7. Perjalanan cinta #eaaa juga cukup unik, pacar pertama sekaligus suami pertama (mudah-mudahan terakhir *amin* :P) adalah teman kuliah tapi malah dekatnya bukan pas kuliah malah setelah lulus dan itupun lewat dunia maya.
8. Saya bukan jenis orang yang menyesali hal apapun yang pernah saya lakukan. Kalau memang akhirnya tidak bagus bagi saya, saya anggap itu pelajaran.
9. Punya cita-cita ingin tinggal di luar Indonesia untuk jangka waktu tertentu. Kepikirannya sih dalam bentuk melanjutkan kuliah lagi di luar negeri. Mudah-mudahan akan terwujud.
10. Saya lahir, besar, sekolah dan karir di Pulau Jawa, tapi saya merasa culun sekali karena baru pernah mengunjungi Pulau Jawa di ujung barat yakni Merak dan Anyer, serta di ujung timur yakni Kuningan. Saya bertekad mau memperluas daerah persinggahan dalam waktu dekat dan tentu saja, saya juga bercita-cita untuk mengunjungi sebanyak-banyaknya tempat di tanah air tercinta ini.
11. Wah udah terakhir aja, padahal masih banyak yang kepikiran (hehehe... dasar narsis). Oke deh sebagai penutup, saya sering kangen sama masa-masa kuliah di kampus dan kerja di Siemens. Buat saya, di sanalah teman-teman terbaik yang saya jumpai dalam hidup saya hingga saat ini.
Oke... sekarang saatnya menjawab pertanyaan saudari Atik Ariyani
1. Udah pernah naik ke puncak monas belum?
Belom tik, baru sampe cawannya aje. Ke sana yuks
2. Lebih suka jalan kaki apa naik sepedah?
jalan kaki.
3. Kuat berapa lama ga ngeluh?
wah susah niy jawabnya... gw bahagia dengan hidup gw apapun itu tapi yaa... namanya manusia, suka nyeletuk2 ngeluh2 gitu... dan ga terasa ngalir gitu aja
4. Apa si yang dicari dari hidup?
kabahagiaan dunia akhirat. #eaaa
5. Kalo lagi bad mood biasanya ngapain?
Lebih suka menyendiri.
6. Hal terbodoh apa yang pernah lo lakukan didepan umum?
Hmm...yaa..karena gw rada ceroboh, banyak siy tapi yang terakhir adalah main masuk-masuk ruang rapat kantor gara-gara pengen tahu katanya ada konsultan yang kece gebetan teman kantor yang kerja di sana (jadi ceritanya tu ruang rapat untuk sementara dijadikan ruang kerja konsultan menjelang target), eh pas masuk ternyata tu ruangan lagi dipakai rapat. Hihihi
7. Kalo di restoran all you can eat, kalap menuh2in semua jatah apa makan seadanya aja?
semaksimal perut gw bisa nampung. hihihi
8. Suka hewan pelihaaraan ga? kalo iya apa?
Enggak sih. Tapi gw sampe sekarang punya kura-kura lho, namanya "Jery" (terinspirasi dari peliharaannya spongebob Gary). Ini kura-kura kedua gw. Yang pertama namanya Gary, sama kayak peliharaannya spongebob. Eh trus kan beli lagi, jadinya jery. Sayang si Gary meninggal setelah beberapa bulan gw piara. Cuma Jery yang bertahan sampai sekarang yang mana ujung2nya mama gw yang ngerawat :D
9. Masih inget nama guru sejarah pas SMP ga? kalo iya, sapa namanya :D
Enggak... tapi gw inget wajahnya... Hihihi...murid payah :P
10. Kapan terakhir kali jalan2 sendirian
hmm...kapan yah... keknya udah lama bgt... ga inget tik...
11. Apa si yang sangat sangat elo sedihkan yang pernah dialami?
Sebagai teman gw, lo mestinya udah nebak tik. Ya... tulisan di bawah ini lah...
Hurray... selesai PR gw... hayo atik... mana hadiah gw??? :P
Rabu, 12 Januari 2011
Luv U Baby Z =)
Bunda masih ingat di awal bulan Juni 2010, tepatnya tanggal 6, muncul 2 garis di testpak bunda. Setelah itu seminggu kemudian ketika bunda dan ayah ke dokter, kami melihat ada kantong rahim di balik perut bunda lewat USG-nya pak dokter. Saat itu kami menyadari bahwa kamu telah hadir.
Selanjutnya kamu nemenin bunda prajabatan di Pasar Jumat selama 2 minggu. Gimana rasanya sayang? Bosen ga dengerin materi dr pengajar di depan kelas, bunda sih kadang ngantuk, tapi kalo pas diskusi seru juga. Hehehe... Makanannya kurang cihuy ya sayang. Yaa.. mau gimana lagi, harus dijalani yah. Alhamdulillah, kita baik-baik aja yah. Walaupun ga berapa lama setelah prajab selesai, bunda jadi dirawat di RS. Yaa.. kata orang-orang yang udah berpengalaman, itu biasa dialami untuk orang yang hamil muda seperti bunda. Oh iya, hampir bunda lupa, pas minggu kedua prajab, kita bareng teman2 prajabatan bunda, nonton bareng Toy Story di PIM. Pertama kalinya buat bunda nonton film 3D. Sama kamu tentunya. Ayah pas bunda ceritain, langsung ngiri gitu. Ayah belum pernah sayang :P
Untunglah ga lama-lama kita di RS ya sayang. Setelah itu, perlahan-lahan bunda makin sehat dan kamu pun semakin bertambah besar sayang. Bunda tambah ndut, tapi kamu juga bertambah besar. Alhamdulillah, kita bisa makan makanan sehat. Nenek yang masakin sayang. Enak-enak yah masakan nenek. Kamu suka juga kan? :)
Setiap ketemu pak dokter, trus melihat kamu lewat USG, bunda dan ayah senang sekali, kamu tumbuh semakin besar setiap hari dan sehat. Mual-mual bunda juga mulai hilang sejak kamu berumur 4 bulanan di rahim bunda. Bunda mulai merasakan gerakan-gerakan kamu. Wah kamu aktif sekali sayang. Suka nendang-nendang perut bunda. Kadang suka keras. Pernah sekali pas ayah lagi cium perut bunda, kamu nendang keras bgt. Ayah sampai kaget.
Sehabis Idul Fitri, kira-kira kamu sudah 5 bulan di rahim bunda, bunda dan ayah diberitahu dokter kalau kamu itu laki-laki. Bunda dan ayah senang sekali. Ayah semangat betul mau ngajakin kamu main bola. Padahal setahu bunda, ayah tuh yang namanya main bola, ga jago2 amat, di kampus dulu, pas ada tanding bola gitu, setau bunda, ayah mah jadi penonton aja. Hihihi... Bunda kebayang kalau main bola sama kamu, paling jagoan kamu. Pas di perut bunda aja, kamu udah jago nendang-nendang.
Waktu berlalu... bunda dan ayah semakin sayang sama kamu. Tidak sabar rasanya ingin segera mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kehadiranmu. Rasanya gemes ingin membelikan buat kamu, setiap ke mal dan melihat perlengkapan bayi. Sampai akhirnya, tanggal 6 November, bunda dan ayah pergi belanja perlengkapanmu di ITC Kuningan. Kita pergi sore-sore gitu. Wah satu trolley penuh sama perlengkapanmu. Besoknya ayah beli lemari plastik 4 susun untuk menyimpan itu semua. Langsung penuh, padahal masih ada beberapa perlengkapanmu yang belum kami beli.
Tapi sayang... beberapa hari setelahnya, bunda sakit. Awalnya badan bunda berasa ga enak. Seperti mau flu begitu. Sampai akhirnya, tgl 11 November malam, bunda harus dirawat lagi. Bunda sakit sayang. Campak atau Morbilli nama penyakitnya. Malam itu, bunda mulai demam. Suhu badan bunda tinggi. Kemudian muncul kemerahan di seluruh badan bunda. Sembilan hari bunda dirawat. Selama bunda sakit, bunda masih merasakan gerakan kamu yang energik seperti biasanya. Di malam sebelum kita pulang dari RS, lewat USG, perkembangan kamu baik.
Sepulang dari RS, bunda bed rest di rumah. Di minggu itu, bunda berulang tahun sayang. Yang ke-27. Bunda bahagia sekali, kamu jadi anugerah terindah buat Bunda.
Akan tetapi, kebahagian itu rupanya harus berhenti sebentar sayang. Tanggal 28 November malam, bunda merasakan ada sesuatu yang salah dengan kamu. Kamu tidak bergerak lincah seperti biasa. Esok paginya, ke pak dokter. Bunda sebelumnya sudah telepon pak dokter, menceritakan yang bunda alami. Di telepon pun, pak dokter sudah menjelaskan ke bunda kemungkinan2 yang terjadi. Sesampainya di RS, bunda ke ruang untuk memeriksa denyut jantung kamu menggunakan CTG sebagaimana yang disarankan pak dokter karena pak dokter masih di jalan. Bu suster tidak menemukan denyut jantung kamu sayang. Selanjutnya, oleh bu suster, bunda diminta ke ruang pak dokter. Menunggu sebentar di ruang tunggu dekat ruang pak dokter, tidak lama pak dokter datang. Ntah lah... ketika menunggu sebelum pak dokter datang, perasaan bunda semakin tidak enak, sampai akhirnya mata bunda mengeluarkan air mata. Tapi, tidak lama, bunda hapus ketika pak dokter datang. Bunda disuruh masuk ke ruang pak dokter, ditemani ayah dan nenek. Bunda langsung disuruh berbaring untuk di-USG. Pak dokter mencari denyut jantung kamu yang biasanya tampak bergerak-gerak. Akan tetapi, kali ini tidak. Pak dokter memanggil 2 orang suster. Mereka juga mengatakan tidak melihat. Bunda sendiri melihat memang tidak ada. Saat itulah bunda diberi tahu pak dokter kalau kamu sudah pergi.
Pak dokter bilang kamu sudah pergi ke surga. Ke tempat terbaik. Bunda saat itu hanya bisa menangis. Bunda sangat sedih sayang. Terbayang semua yang bunda lewati bersama kamu. Kemudian bunda dibawa ke kamar RS. Ternyata kamar yang sama ketika bunda dirawat waktu bunda muntah-muntah terus ketika baru mengandung kamu. Di sana bunda mencoba menenangkan diri. Ditemani ayah, kakek, nenek, om, dan tante beserta saudara-saudara yang kemudian mulai datang. Pak dokter juga kembali menemui bunda di kamar, menghibur bunda. Bunda harus tenang supaya bunda dapat melahirkan jasad kamu sayang. Pak dokter mengatakan bahwa bunda akan melahirkanmu secara normal. Alhamdulillah, setelah pengecekan darah, kondisi tubuh bunda baik dan dapat melahirkan secara normal. Pukul 2 siang, bunda diinduksi pertama kali. Bunda mulai merasakan kontraksi walaupun masih ringan. Bunda juga pelan-pelan mulai berjalan-jalan di kamar dan di dekat kamar supaya mempercepat kamu lahir. Akan tetapi, kamu belum lahir sayang hari itu.
Esok pagi, sekitar jam setengah 6, bunda diinduksi lagi. Hingga jam 12 siang, kontraksi masih sama, hingga akhirnya ditambah lagi induksi, kali ini melalui infus bukan lewat vagina seperti yang sebelumnya. Setelah itu, kontraksi bertambah hebat. Dan akhirnya sekitar jam 18.05, ketika masuk waktu maghrib, bunda mendengarkan suara adzan berkumandang, kamu lahir. Ya... tidak ada suara tangisan. Karena memang hanya ada ragamu, jiwamu sudah ke surga. Setelah kamu dibersihkan, bunda ditawarkan untuk melihatmu. Yaa.. bunda mau. Melihat kamu untuk pertama sekaligus yang terakhir di dunia ini. Suster meletakkan kamu di sisi kiri badan bunda, kamu sudah terbungkus kain, wajahmu ditutup. Kemudian wajahmu diperlihatkan. Bunda melihat kamu seperti sedang tidur sayang. Mirip mata ayah ketika ayah sedang tidur. Kemudian bunda melihat hidungmu. Mirip hidung bunda. Tapi sepertinya kamu lebih mancung dr bunda. Suster kemudian menawarkan bunda untuk menciummu. Bunda mencium pipi kananmu. Kulitmu sangat halus sayang. Kulit terhalus yang pernah bunda sentuh. Kemudian suster membawamu. Bunda melambaikan tangan padamu. Malam itu, kamu langsung dimakamkan.
Muhammad Yusuf Zharif...Anakku sayang...
Insya Allah, Bunda sudah ikhlas atas semua ini...
Kamu berada di tempat terbaik...
Dijaga oleh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...
Kamu berada di tempat terindah...
Bunda yakin kamu sangat bahagia di sana...
Makan makanan terenak...
Berpakaian terbagus...
Main dengan mainan terbaik...
Semua yang terbaik ada di sana...
Walaupun bunda hingga kini masih sering merindukanmu...
Bunda bahagia...
Karena anak bunda pasti bahagia di sana...
Semoga nanti, kita dapat bertemu sayang...
Semoga nanti, kamu memanggil bunda sayang, mengajak ke tempat kamu sekarang berada..
Luv U Baby Z =)
Selanjutnya kamu nemenin bunda prajabatan di Pasar Jumat selama 2 minggu. Gimana rasanya sayang? Bosen ga dengerin materi dr pengajar di depan kelas, bunda sih kadang ngantuk, tapi kalo pas diskusi seru juga. Hehehe... Makanannya kurang cihuy ya sayang. Yaa.. mau gimana lagi, harus dijalani yah. Alhamdulillah, kita baik-baik aja yah. Walaupun ga berapa lama setelah prajab selesai, bunda jadi dirawat di RS. Yaa.. kata orang-orang yang udah berpengalaman, itu biasa dialami untuk orang yang hamil muda seperti bunda. Oh iya, hampir bunda lupa, pas minggu kedua prajab, kita bareng teman2 prajabatan bunda, nonton bareng Toy Story di PIM. Pertama kalinya buat bunda nonton film 3D. Sama kamu tentunya. Ayah pas bunda ceritain, langsung ngiri gitu. Ayah belum pernah sayang :P
Untunglah ga lama-lama kita di RS ya sayang. Setelah itu, perlahan-lahan bunda makin sehat dan kamu pun semakin bertambah besar sayang. Bunda tambah ndut, tapi kamu juga bertambah besar. Alhamdulillah, kita bisa makan makanan sehat. Nenek yang masakin sayang. Enak-enak yah masakan nenek. Kamu suka juga kan? :)
Setiap ketemu pak dokter, trus melihat kamu lewat USG, bunda dan ayah senang sekali, kamu tumbuh semakin besar setiap hari dan sehat. Mual-mual bunda juga mulai hilang sejak kamu berumur 4 bulanan di rahim bunda. Bunda mulai merasakan gerakan-gerakan kamu. Wah kamu aktif sekali sayang. Suka nendang-nendang perut bunda. Kadang suka keras. Pernah sekali pas ayah lagi cium perut bunda, kamu nendang keras bgt. Ayah sampai kaget.
Sehabis Idul Fitri, kira-kira kamu sudah 5 bulan di rahim bunda, bunda dan ayah diberitahu dokter kalau kamu itu laki-laki. Bunda dan ayah senang sekali. Ayah semangat betul mau ngajakin kamu main bola. Padahal setahu bunda, ayah tuh yang namanya main bola, ga jago2 amat, di kampus dulu, pas ada tanding bola gitu, setau bunda, ayah mah jadi penonton aja. Hihihi... Bunda kebayang kalau main bola sama kamu, paling jagoan kamu. Pas di perut bunda aja, kamu udah jago nendang-nendang.
Waktu berlalu... bunda dan ayah semakin sayang sama kamu. Tidak sabar rasanya ingin segera mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kehadiranmu. Rasanya gemes ingin membelikan buat kamu, setiap ke mal dan melihat perlengkapan bayi. Sampai akhirnya, tanggal 6 November, bunda dan ayah pergi belanja perlengkapanmu di ITC Kuningan. Kita pergi sore-sore gitu. Wah satu trolley penuh sama perlengkapanmu. Besoknya ayah beli lemari plastik 4 susun untuk menyimpan itu semua. Langsung penuh, padahal masih ada beberapa perlengkapanmu yang belum kami beli.
Tapi sayang... beberapa hari setelahnya, bunda sakit. Awalnya badan bunda berasa ga enak. Seperti mau flu begitu. Sampai akhirnya, tgl 11 November malam, bunda harus dirawat lagi. Bunda sakit sayang. Campak atau Morbilli nama penyakitnya. Malam itu, bunda mulai demam. Suhu badan bunda tinggi. Kemudian muncul kemerahan di seluruh badan bunda. Sembilan hari bunda dirawat. Selama bunda sakit, bunda masih merasakan gerakan kamu yang energik seperti biasanya. Di malam sebelum kita pulang dari RS, lewat USG, perkembangan kamu baik.
Sepulang dari RS, bunda bed rest di rumah. Di minggu itu, bunda berulang tahun sayang. Yang ke-27. Bunda bahagia sekali, kamu jadi anugerah terindah buat Bunda.
Akan tetapi, kebahagian itu rupanya harus berhenti sebentar sayang. Tanggal 28 November malam, bunda merasakan ada sesuatu yang salah dengan kamu. Kamu tidak bergerak lincah seperti biasa. Esok paginya, ke pak dokter. Bunda sebelumnya sudah telepon pak dokter, menceritakan yang bunda alami. Di telepon pun, pak dokter sudah menjelaskan ke bunda kemungkinan2 yang terjadi. Sesampainya di RS, bunda ke ruang untuk memeriksa denyut jantung kamu menggunakan CTG sebagaimana yang disarankan pak dokter karena pak dokter masih di jalan. Bu suster tidak menemukan denyut jantung kamu sayang. Selanjutnya, oleh bu suster, bunda diminta ke ruang pak dokter. Menunggu sebentar di ruang tunggu dekat ruang pak dokter, tidak lama pak dokter datang. Ntah lah... ketika menunggu sebelum pak dokter datang, perasaan bunda semakin tidak enak, sampai akhirnya mata bunda mengeluarkan air mata. Tapi, tidak lama, bunda hapus ketika pak dokter datang. Bunda disuruh masuk ke ruang pak dokter, ditemani ayah dan nenek. Bunda langsung disuruh berbaring untuk di-USG. Pak dokter mencari denyut jantung kamu yang biasanya tampak bergerak-gerak. Akan tetapi, kali ini tidak. Pak dokter memanggil 2 orang suster. Mereka juga mengatakan tidak melihat. Bunda sendiri melihat memang tidak ada. Saat itulah bunda diberi tahu pak dokter kalau kamu sudah pergi.
Pak dokter bilang kamu sudah pergi ke surga. Ke tempat terbaik. Bunda saat itu hanya bisa menangis. Bunda sangat sedih sayang. Terbayang semua yang bunda lewati bersama kamu. Kemudian bunda dibawa ke kamar RS. Ternyata kamar yang sama ketika bunda dirawat waktu bunda muntah-muntah terus ketika baru mengandung kamu. Di sana bunda mencoba menenangkan diri. Ditemani ayah, kakek, nenek, om, dan tante beserta saudara-saudara yang kemudian mulai datang. Pak dokter juga kembali menemui bunda di kamar, menghibur bunda. Bunda harus tenang supaya bunda dapat melahirkan jasad kamu sayang. Pak dokter mengatakan bahwa bunda akan melahirkanmu secara normal. Alhamdulillah, setelah pengecekan darah, kondisi tubuh bunda baik dan dapat melahirkan secara normal. Pukul 2 siang, bunda diinduksi pertama kali. Bunda mulai merasakan kontraksi walaupun masih ringan. Bunda juga pelan-pelan mulai berjalan-jalan di kamar dan di dekat kamar supaya mempercepat kamu lahir. Akan tetapi, kamu belum lahir sayang hari itu.
Esok pagi, sekitar jam setengah 6, bunda diinduksi lagi. Hingga jam 12 siang, kontraksi masih sama, hingga akhirnya ditambah lagi induksi, kali ini melalui infus bukan lewat vagina seperti yang sebelumnya. Setelah itu, kontraksi bertambah hebat. Dan akhirnya sekitar jam 18.05, ketika masuk waktu maghrib, bunda mendengarkan suara adzan berkumandang, kamu lahir. Ya... tidak ada suara tangisan. Karena memang hanya ada ragamu, jiwamu sudah ke surga. Setelah kamu dibersihkan, bunda ditawarkan untuk melihatmu. Yaa.. bunda mau. Melihat kamu untuk pertama sekaligus yang terakhir di dunia ini. Suster meletakkan kamu di sisi kiri badan bunda, kamu sudah terbungkus kain, wajahmu ditutup. Kemudian wajahmu diperlihatkan. Bunda melihat kamu seperti sedang tidur sayang. Mirip mata ayah ketika ayah sedang tidur. Kemudian bunda melihat hidungmu. Mirip hidung bunda. Tapi sepertinya kamu lebih mancung dr bunda. Suster kemudian menawarkan bunda untuk menciummu. Bunda mencium pipi kananmu. Kulitmu sangat halus sayang. Kulit terhalus yang pernah bunda sentuh. Kemudian suster membawamu. Bunda melambaikan tangan padamu. Malam itu, kamu langsung dimakamkan.
Muhammad Yusuf Zharif...Anakku sayang...
Insya Allah, Bunda sudah ikhlas atas semua ini...
Kamu berada di tempat terbaik...
Dijaga oleh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...
Kamu berada di tempat terindah...
Bunda yakin kamu sangat bahagia di sana...
Makan makanan terenak...
Berpakaian terbagus...
Main dengan mainan terbaik...
Semua yang terbaik ada di sana...
Walaupun bunda hingga kini masih sering merindukanmu...
Bunda bahagia...
Karena anak bunda pasti bahagia di sana...
Semoga nanti, kita dapat bertemu sayang...
Semoga nanti, kamu memanggil bunda sayang, mengajak ke tempat kamu sekarang berada..
Luv U Baby Z =)
Langganan:
Entri (Atom)